Tampilkan postingan dengan label Audiensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Audiensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

Audiensi LKMA 26 Mei 2012

 Sehabis shalat isya pada malam minggu kemarin (26/05), tugas khusus akan dilakukan oleh tiga teman kami Ajeng, Musleh dan Fadhiilah. Mereka telah bersiap sejak tadi, rapi dengan pakaian batik dan terus mengingat-ingat beberapa poin yang akan mereka sampaikan. Malam ini, mereka akan melanjutkan perjuangan teman-teman mereka sebelumnya dalam mempresentasikan acara besar kami: Latihan Kepemimpinan dan Managemen Akhir (LKMA) yang akan kami laksanakan akhir tahun ini.

Begitu pula dengan Syifa dan Caca yang menjadi MC malam itu. Mereka membuka acara dengan meriah dan bersemangat. Bapak Karebet Widjajakusuma, seperti biasa menjadi moderator dalam audiensi acara yang bertemakan “Studi Komparasi Kepemimpinan Dan Manajemen Ke Malaysia” ini. Hari ini kami akan kedatangan dua tamu yang luar biasa. Kedua tamu spesial kami ini datang jauh-jauh dari Yogyakarta untuk mendengarkan presentasi acara LKMA langsung dari kami.

Adalah Bapak Dikdik Sodikin dan Bapak Ahmad, dua orang kakak beradik yang hebat yang keduanya menjadi orang yang sukses saat ini. Beliau berdua adalah para pengusaha sukses yang ahli dalam bidang bisnis di indonesia. Mereka berdua memiliki banyak usaha dengan banyak cabang di Indonesia. Selain menjadi pengusaha, Bapak Dik Dik juga adalah seorang dosen dan konsultan yang sudah menginjakkan kaki di banyak negara di dunia karena usahanya. Sedangkan kakak dari Bapak Dikdik yaitu Bapak Ahmad juga adalah seorang coacher bisnis. Audiensi kali ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus FOSIS (Forum Orangtua Siswa Insantama) diantaranya yaitu Ibu Ainal Mardiaty, dan Ibu Putri Arimurti.

Bagian pertama dari presentasi yaitu latar belakang disampaikan Ajeng dalam bahasa Inggris dengan baik. Selanjutnya, Musleh dengan bahasa Indonesia dan sedikit bahasa inggrisnya melanjutkan dengan bahasa Indonesia, menjelaskan tentang deskripsi acara. Dan terakhir, Fadhilah dengan tak kalah luar biasanya menjelaskan bagian sponsorship dan donatur. Yang berbeda, Fadhiilah menjelaskannya dengan lima bahasa sekaligus yaitu bahasa Inggris, Arab, Malaysia, Indonesia, serta Sunda. Di akhir presentasi mereka bertiga, apresiasi ditunjukkan lewat riuh tepuk tangan untuk presentasi yang mereka bawakan dengan sangat luar biasa.

“Luar biasa! Anak siapa sih ini?... Waktu saya sekolah dulu mana ada yang seperti ini?” Bapak Dikdik menyampaikan kesan pertamanya ini dengan bersemangat. Kemudian, mulai dari saran-saran yang membangun untuk acara kami, bantuan, motivasi besar, hingga seluk beluk tentang ilmu bisnis dan kepengusahaan mereka berikan. Semua yang mereka sampaikan kepada kami membuat kami lebih bersemangat dan termotivasi. Mereka berdua juga sedikit bercerita tentang sejarah mereka, dari yang awalnya menjadi yatim sejak kecil hingga berjuang keras dan sukses seperti ini. Bapak Dikdik dan Bapak Ahmad memberikan banyak hal yang sangat berharga untuk kami ambil malam itu.

Excecution Quotient, atau kecerdasan eksekusi adalah hal yang harus kita miliki. Bapak Dikdik menjelaskan bahwa jika kita hanya tau teori tetapi tidak bisa mengeksekusi -atau bahasa lainnya bertindak- maka tujuan kita tidak akan pernah tercapai. Intinya, keinginan kuat, kecerdasan eksekusi dan keistiqomahan akan mengantarkan kita pada mimpi kita, apapun itu. Tentang kegagalan, jangan takut dan jadikan itu sebagai pelajaran. “Rasulullah juga pernah gagal bukan?” ujarnya.

Di akhir acara, kami dikejutkan dengan nazar dari Bapak Dikdik. Beliau bernazar jika bisnis bernilai besar yang sedang ia usahakan berhasil, maka ia akan membayari kami semua tiket pesawat yang bertotal 120 juta. Kami semua diminta bantuan doa untuk beliau agar bisnis beliau berhasil. Ini membuat kami tambah bersemangat tanpa mengurangi usaha kita dalam mencari dana.

Kemudian acara malam itu ditutup dengan pemberian plakat bagi para tamu. malam itu, tidur kami dihiasi dengan doa, pengharapan, dan semangat yang besar atas suksesnya acara kami ini. insya allah! [reported by: salma photos by: vira and hanum]







Ausiensi LKMA 21 Maret 2012


Lama tak terdengar bukannya tak ada perkembangan. Seletah audiensi terakhir (21/3), telah diadakan audiensi LKMA (Latihan Kepemimpinan dan Manajemen tingkat Atas) lanjutan di Aula Gedung 2 SIT Insantama pada sabtu malam lalu tanggal 4 April 2012. Dan setelah Khudzaifah, Syuhada dan Sobrina, kali ini giliran Imad, Fakhirah dan Syifa yang membawakan slide demi slide powerpoint terkait acara yang bertema “Studi Komparasi Kepemimpinan dan Manajemen ke Malaysia” ini.

Tamu kali ini adalah Bpk Syamsul, Bpk Abu Bakar, Ust Agus Fanani, Bpk Dimas, serta Drs. Ashari Harahap. Semua dari mereka kecuali Ust Agus Fanani datang langsung dari Malaysia untuk mendengarkan penjelasan, latar belakang, tujuan, jadwal acara, dan segala seluk beluk tentang LKMA. Maka bedanya, kali ini para presentator membawakan penjelasan mereka tidak dengan bahasa Indonesia, namun dengan bahasa inggris dan arab.
Dipandu oleh Ust M. Karebet Widjajakusuma sebagai moderator, para presentator mencoba menjelaskan sejelas mungkin agar para tamu mengerti serta mendukung penuh acara yang akan kami laksanakan saat kami menduduki kelas 12, November 2012 mendatang yang tinggal sekitar 7 bulan lagi.

Kejutannya, hari ini melalui Bpk Syamsul kami mendapatkan sebuah surat undangan resmi dari sebuah institusi di Malaysia untuk melakukan perjalanan studi komparasi ke Malaysia. Dan itu berarti jalan kami menuju Malaysia semakin terbuka. Hal ini seiring pula dengan makin banyaknya dukungan yang kami terima dari para tamu, bahkan tamu-tamu pada audiensi sebelumnya. Mulai dari semangat yang mereka berikan, hingga bantuan dalam bentuk dukungan, donasi, serta saran-saran membangun untuk kami.

Semangat kami kembali terpacu saat Bpk Syamsul Menjelaskan tentang kekuatan mimpi dan kepercayaan. Beliau mengingatkan kami kembali tentang keberhasilan Sultan Muhammad II atau Muhammad Al-Fatih yang dengan kepercayaannya yang besar atas bisyarah nabi, ia berhasil menaklukkan konstantinopel. Beliau ingin kekuatan kepercayaan kami terhadap kesuksesan acara kami ini dapat benar-benar membawa kami kesana. Tentu saja juga bergantung dengan sebesar apa usaha yang kami lakukan untuk mencapainya.

Setelah pertemuan itu, kini kami telah melakukan proses pembuatan paspor untuk pergi ke Malaysia. Disamping itu, pencarian sponsor dan persiapan-persiapan pun kami lakukan seiring dengan akan dilakukanya audiensi-audiensi selajutnya, tentu saja dengan semangat yang sama bahkan makin besar . [reported by: sf/ photos by: iu]

Imad
kiri ke kanan : Ust Agus Fanani, Bpk Syamsul, Bpk Abu Bakar, Drs. Ashari Harahap,  Bpk Dimas
Syifa
Fakhirah