Malam ini telah tiba. Sebelum pukul 20:00 W.M. (29/11/12) awalnya tak ada semangat dari diriku mengikuti diskusi yang diadakan oleh PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) University of Malaysia (UM). Hampir aku menyerahkan kesempatan ini kepada temanku. Rasanya lelah sekali setelah seharian berkunjung ke University Islam Antar Bangsa. Tapi, aku tetap memotivasi diriku untuk tetap ikut. Awalnya aku memang merasa nervus karena pasti akan berhadapan dengan pertanyaan yang akan dilontarkan dari mereka tentang kepemimpinan. Perasaan negative mulai menyeruputi kepercayadirianku. Bagaimana jika aku tak bisa menjawab pertanyaan mereka, bagaimana saat aku berbicara tiba-tiba di tengah pembicaraanku aku tak tahu apa yang harus aku katakan lagi. Tapi bismillah, semoga ini menjadi wasilah kebaikan untukku. Amin.
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Desember 2012
Jumat, 30 November 2012
Day #6 : Berkunjung ke Rumah Sendiri, KBRI KL
Hari ini (30/11) adalah hari terakhir kami bisa menjelajahi Malaysia, sebelum besok harus kembali terbang ke Indonesia. Sesuai jadwal, setiap pagi kami harus melakukan briefing, evaluasi dan setelahnya shalat shubuh berjamaah di surau ‘Kolej Kesepuluh Tun Ahmad Zaidi (KKTAZ)’. Langsung setelah shalat Shubuh, kami melakukan rehearsal bagi para psesentator di tempat biasa kami melakukan rehearsal. Pada hari ini karena keterbatasan waktu yang hanya 1 jam di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, maka hanya ada 2 orang presentator.
Day #5 : Jelajah Kampus Bersyariat Islam, IIUM
Pagi yang berbeda (29/11/12) dari hari-hari sebelumnya, kami briefing tepat setelah shalat subuh di surau. Namun perbedaan yang paling terlihat adalah dari jumlah presentator dan MC yang akan ditampilkan. Yang biasanya jumlah Presentator hanya 3 atau 6 orang, hari ini 10 orang dari teman kami akan presentasi dengan teknik yang abnormal. Abnormal disini maksudnya adalah luar biasa. Bayangkan saja mereka melakukan teknik presentasi semi parade. Perlu ditekankan ini adalah teknik presentasi yang first in the world.
Kamis, 29 November 2012
Day #4 : Menikmati Keelokan Putrajaya
Perjuangan kami di negri jiran masih berlanjut. Sama seperti hari sebelumnya, pagi di hari ke empat ini (28/11/12) kami awali dengan briefing bersama di halaman University Of Malaya Student Exchange Dormitory “Tun Ahmad Zaidi Residential Colllege” tepatnya pukul 05.00 waktu setempat. Briefing ini selalu dilakukan agar kami senantiasa menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya. Tak perlu waktu lama untuk briefing, setelah adzan subuh berkumandang kami semua bergegas untuk shalat subuh dan bersih-bersih diri, karena tepat pukul 07.00 waktu setempat kami harus segera berkumpul kembali di garden seni untuk melakukan gladi bersih, guna kelancaran dan kesuksessan acara pada hari ini.
Rabu, 28 November 2012
Day #3 : Our Path Here, at University of Malaya
Tak terasa, inilah hari ketiga kami di Malaysia (27/11/12). Dan seperti sebelumnya, hari kami diawali dengan shalat subuh bersama di surau Tun Ahmad Zaidi Residential College. Subuh kali ini terasa dingin dan syahdu sebab pada malam harinya hujan mengguyur Malaysia dengan derasnya.
Selepas shalat subuh, kami, para siswa dan siswi SMAIT Insantama beserta para pembina dan penasihat melakukan briefing dibawah pandu saudara Mustaqim Ibrahim. Dan setelah briefing selesai, kami segera bergegas menuju cafeteria untuk sarapan pagi.
Selepas shalat subuh, kami, para siswa dan siswi SMAIT Insantama beserta para pembina dan penasihat melakukan briefing dibawah pandu saudara Mustaqim Ibrahim. Dan setelah briefing selesai, kami segera bergegas menuju cafeteria untuk sarapan pagi.
Selasa, 27 November 2012
Muslimdaily.net : SMAIT Insantama Go to Malaysia
SMAIT INSANTAMA GO TO MALAYSIA
Diposting Selasa, 27-11-2012 | 08:51:06 WIB
‘’Go to Malaysia’’ adalah Program Study Tour Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Insantama Bogor. Selama sepekan, dari 25 November hingga 1 Desember 2012, sebanyak 45 murid kelas 3 SMAIT Insantama akan mengunjungi belasan lembaga studi di Negeri Jiran. Diantaranya adalah Universitas Kebangsaan Malaysia.
Senin, 26 November 2012
Day #2 : Dari Semut Hingga Jantung Manusia di UPM
Hari kedua kami di Malaysia (26/11/12), pagi setelah tahajjud kami berkumpul di halaman University Of Malaya Student Exchange Dormitory "Tun Ahmad Zaidi Residential Colllege" (Kolej 10) untuk melakukan briefing. Lalu kami berberes-beres sejenak setelah menunaikan shalat shubuh. Sebelum kami berangkat ke Unversiti Putra Malaysia (UPM) sebagai tujuan utama kami hari ini, tim presentasi melakukan gladi bersih di Garden Seni, masih di UM Student Exchange Dormitory. Sekitar pukul 08.00 waktu setempat, kami berangkat menuju UPM dengan bus yang dipandu oleh Cik Jefri selaku guide kami.
Day #1 : Flight to Malaysia
Pagi yang tidak biasa pada hari Minggu (25/11/2012) di kampus boarding school Insantama. Pukul 3 pagi murd-murid kelas 12 SMA sudah bangun dengan penuh semangat lalu bersiap-siap dan berkemas untuk berangkat ke Malaysia untuk melaksanakan kegiatan LKMA 2012.
Wajar mereka begitu bersemangat. Berbulan-bulan sebelumnya mereka telah berjuang dengan sungguh-sungguh untuk merealisasikan terlaksananya kegiatan ini. Dalam proses pengumpulan dana mereka mencari sponsor dan donatur, berdagang, bahkan mengorbankan sebagian waktu belajar jika sedang dalam waktu piket. Bahkan dana sebesar 120 juta yang sudah didapatkan sempat dikembalikan karena permasalahan pada sumber dana. Namun akhirnya kegiatan ini benar-benar berjalan seperti yang diinginkan selama ini.
Wajar mereka begitu bersemangat. Berbulan-bulan sebelumnya mereka telah berjuang dengan sungguh-sungguh untuk merealisasikan terlaksananya kegiatan ini. Dalam proses pengumpulan dana mereka mencari sponsor dan donatur, berdagang, bahkan mengorbankan sebagian waktu belajar jika sedang dalam waktu piket. Bahkan dana sebesar 120 juta yang sudah didapatkan sempat dikembalikan karena permasalahan pada sumber dana. Namun akhirnya kegiatan ini benar-benar berjalan seperti yang diinginkan selama ini.
Sabtu, 24 November 2012
Day #-1 : Upacara Pelepasan Kontingen LKMA 2012
Jumat, 23 November 2012
Day #-5 : Menuju Keberangkatan Taklukkan Malaysia
HARI ini, terhitung 5 hari menuju keberangkatan para siswa SMAIT Insantama Bogor untuk menaklukkan Malaysia. Bukan untuk balas dendam atas kasus yang sedang terjadi antara Indonesia-Malaysia, tetapi dalam program 'Latihan Kepemimpinan dan Managemen Tingkat Akhir (LKMA) 2012 : Studi Kepemimpinan dan Manajemen ke Malaysia'. Persiapan acara ini telah mereka mulai sejak sebelas bulan yang lalu dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 25 November - 1 Desember 2012 mendatang saat 54 siswa kelas 12 serta pembimbing SMAIT Insantama menginjakkan kaki mereka di Malaysia.
Kamis, 27 September 2012
Pra LKMA : Kunjungan ke Kedutaan besar Malaysia
Setelah beberapa kali di undur karena satu dan lain hal, kunjungan kami ke Kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta akhirnya terlaksana. Kegiatan Pra LKMA (Latihan Kepemimpinan dan Managemen tingkat Akhir) ini dilaksanakan pada hari selasa 26 september 2012 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa orang guru, perwakilan FOSIS (Forum Orangtua Siswa), Bapak M. Karebet Widjajakusuma, dan tentunya seluruh siswa kelas 12, angkatan pertama SMAIT Insantama yang akan menjadi pelaksana sekaligus peserta LKMA 2012.
Pihak kedutaan besar baru bersedia menerima kami pada pukul 2 siang. Sebelumnya kami akan memberikan support bagi teman-teman kami yang mengikuti Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI yang juga bertempat di Jakarta. Maka hari itu kami sudah bersiap sejak pukul 7 pagi dan berangkat seperti biasa, dengan sebuah bus. Namun bukan seragam atau baju bebas yang kami pakai, kami terlihat berbeda dengan pakaian bernuansa batik, tema yang sama yang dibawakan melalui proposal serta slide presentasi kami.
Setelah sekitar 2 setengah jam kami di perjalanan, pada pukul setengah sepuluh kami sampai di tujuan pertama yaitu gedung Sasana Graha Widya LIPI di daerah Gatot Subroto Jakarta Selatan. Kami diberi waktu hingga pukul 11 siang untuk melihat berbagai stand dari pelajar-pelajar seluruh Indonesia. Kami dibebaskan berkeliling dan melihat-lihat stand-stand penelitian dari para finalis LKIR LIPI, termasuk dua stand penelitian milik teman-teman kami yang juga menjadi finalis.
Pukul 11 siang, kami kembali masuk ke bus dan melanjutkan kembali perjalanan ke tujuan utama kami, yaitu gedung Kantor Kedutaan Besar Malaysia. Kami tiba sebelum pukul 2 siang, karena itu kami belum boleh masuk ke dalam gedung kedubes Malaysia. Maka, kami terlebih dahulu shalat dzuhur di masjid di belakang gedung kedubes serta makan siang. Jam 2 tepat baru kami diperbolehkan masuk oleh pihak kedutaan besar Malaysia.
Di dalam ruang pertemuan kedutaan besar Malaysia, kami dipersilahkan duduk. Penasehat Kedutaan Besar Malaysia sekaligus Direktur Education Malaysia, Ibu Yahurin memberikan sambutan hangat kepada kami. Sebelumnya, beliau berterima kasih karena kami telah menjadikan Malaysia sebagai tujuan kami pada LKMA 2012 dan telah mengunjungi kantor kedutaan besar Malaysia. Lalu beliau memberikan presentasi singkat tentang informasi seputar pendidikan dan belajar di Malaysia, terutama dunia perkuliahan untuk kami yang sudah menginjak tahun ketiga di SMA.
Ibu Yahurin yang sebelumnya adalah seorang guru atau cik gu di Malaysia, memberikan kami banyak alasan mengapa kami harus melanjutkan studi kami di Malaysia. Beliau memaparkan bahwa Malaysia adalah Negara ketiga terbaik di asia. Karena itu, ada sekitar 120.000 siswa luar yang belajar ke Malaysia. Selain itu, Malaysia juga menjadi Negara terbaik ke 11 untuk melanjutkan studi di dunia. Itu semua karena dengan segala nilai positifnya, Malaysia memiliki biaya hidup dan pendidikan yang relatif rendah. “Bukan murah, tapi lebih rendah. Karena tidak bisa kita mendapatkan pendidikan yang baik dengan biaya murah”, tegas Ibu Yahurin.
Selepas ibu Yahurin menyelesaikan presentasi Education Malaysia-nya, perwakilan dari kami yaitu Bapak SM Pertiwiguno selaku Kepala SMAIT Insantama memberikan sambutannya. “Tidak seperti yang kami bayangkan, kami kira akan mendapat 10 ternyata 1000. Sepuluh kali lipat!” ucap Pak Uno tentang sambutan kedubes Malaysia kepada kami hari itu yang begitu besar. Pak Uno pun menyilahkan para presentator LKMA 2012 kali ini untuk menyampaikan presentasinya. Rakha Ryanki Farhan menyampaikan presentasi bagian pertamanya dengan bahasa Malaysia, yang mengaku agak kesulitan belajar dengan dua adik kelasnya yang dapat berbahasa melayu. Lalu Latifah Nurhidayah dan Azizatusysyifa melanjutkan bagian selanjutnya hingga akhir dengan bahasa inggris.
“siswa kelas 3 SMA setara dengan level universitas! ” Ibu Yahurin mengomentari presentasi dari teman-teman kami. Lalu berturut-turut; Bapak Ryas, pegawai diplomatik bagian pendidikan di kedubes Malaysia yang juga seorang Indonesia yang pernah belajar di Malaysia; Bapak Sya’ri M. Noor, wakil rektor UNITEN, sebuah universitas teknik di Malaysia; dan Bapak Ludinata, juga pegawai diplomatik bagian pendidikan di kedubes Malaysia yang bertugas menjaga siswa Malaysia yang melakukan studi di Indonesia; memberikan pesan-pesan bermanfaat untuk kami.
Sesi pertanyaan dibuka, beberapa teman kami bergantian mengajukan beberapa pertanyaan seputar pendidikan, permasalahan, kepemimpinan, dan perbedaan Malaysia dengan Indonesia. Ibu yahurin menjawab dengan jelas semua pertanyaan kami hingga tuntas. Rasa penasaran kami tentang Negara yang akan kami tapaki dua bulan lagi itu kurang lebih bisa terbayar. Setelah berfoto bersama staf-staf kedubes, kami melakukan shalat ashar di masjid di area kedubes dan bertolak kembali ke Bogor pada pukul 16.30 sore.
Pihak kedutaan besar baru bersedia menerima kami pada pukul 2 siang. Sebelumnya kami akan memberikan support bagi teman-teman kami yang mengikuti Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI yang juga bertempat di Jakarta. Maka hari itu kami sudah bersiap sejak pukul 7 pagi dan berangkat seperti biasa, dengan sebuah bus. Namun bukan seragam atau baju bebas yang kami pakai, kami terlihat berbeda dengan pakaian bernuansa batik, tema yang sama yang dibawakan melalui proposal serta slide presentasi kami.
Setelah sekitar 2 setengah jam kami di perjalanan, pada pukul setengah sepuluh kami sampai di tujuan pertama yaitu gedung Sasana Graha Widya LIPI di daerah Gatot Subroto Jakarta Selatan. Kami diberi waktu hingga pukul 11 siang untuk melihat berbagai stand dari pelajar-pelajar seluruh Indonesia. Kami dibebaskan berkeliling dan melihat-lihat stand-stand penelitian dari para finalis LKIR LIPI, termasuk dua stand penelitian milik teman-teman kami yang juga menjadi finalis.
Pukul 11 siang, kami kembali masuk ke bus dan melanjutkan kembali perjalanan ke tujuan utama kami, yaitu gedung Kantor Kedutaan Besar Malaysia. Kami tiba sebelum pukul 2 siang, karena itu kami belum boleh masuk ke dalam gedung kedubes Malaysia. Maka, kami terlebih dahulu shalat dzuhur di masjid di belakang gedung kedubes serta makan siang. Jam 2 tepat baru kami diperbolehkan masuk oleh pihak kedutaan besar Malaysia.
Di dalam ruang pertemuan kedutaan besar Malaysia, kami dipersilahkan duduk. Penasehat Kedutaan Besar Malaysia sekaligus Direktur Education Malaysia, Ibu Yahurin memberikan sambutan hangat kepada kami. Sebelumnya, beliau berterima kasih karena kami telah menjadikan Malaysia sebagai tujuan kami pada LKMA 2012 dan telah mengunjungi kantor kedutaan besar Malaysia. Lalu beliau memberikan presentasi singkat tentang informasi seputar pendidikan dan belajar di Malaysia, terutama dunia perkuliahan untuk kami yang sudah menginjak tahun ketiga di SMA.
Ibu Yahurin yang sebelumnya adalah seorang guru atau cik gu di Malaysia, memberikan kami banyak alasan mengapa kami harus melanjutkan studi kami di Malaysia. Beliau memaparkan bahwa Malaysia adalah Negara ketiga terbaik di asia. Karena itu, ada sekitar 120.000 siswa luar yang belajar ke Malaysia. Selain itu, Malaysia juga menjadi Negara terbaik ke 11 untuk melanjutkan studi di dunia. Itu semua karena dengan segala nilai positifnya, Malaysia memiliki biaya hidup dan pendidikan yang relatif rendah. “Bukan murah, tapi lebih rendah. Karena tidak bisa kita mendapatkan pendidikan yang baik dengan biaya murah”, tegas Ibu Yahurin.
Selepas ibu Yahurin menyelesaikan presentasi Education Malaysia-nya, perwakilan dari kami yaitu Bapak SM Pertiwiguno selaku Kepala SMAIT Insantama memberikan sambutannya. “Tidak seperti yang kami bayangkan, kami kira akan mendapat 10 ternyata 1000. Sepuluh kali lipat!” ucap Pak Uno tentang sambutan kedubes Malaysia kepada kami hari itu yang begitu besar. Pak Uno pun menyilahkan para presentator LKMA 2012 kali ini untuk menyampaikan presentasinya. Rakha Ryanki Farhan menyampaikan presentasi bagian pertamanya dengan bahasa Malaysia, yang mengaku agak kesulitan belajar dengan dua adik kelasnya yang dapat berbahasa melayu. Lalu Latifah Nurhidayah dan Azizatusysyifa melanjutkan bagian selanjutnya hingga akhir dengan bahasa inggris.
“siswa kelas 3 SMA setara dengan level universitas! ” Ibu Yahurin mengomentari presentasi dari teman-teman kami. Lalu berturut-turut; Bapak Ryas, pegawai diplomatik bagian pendidikan di kedubes Malaysia yang juga seorang Indonesia yang pernah belajar di Malaysia; Bapak Sya’ri M. Noor, wakil rektor UNITEN, sebuah universitas teknik di Malaysia; dan Bapak Ludinata, juga pegawai diplomatik bagian pendidikan di kedubes Malaysia yang bertugas menjaga siswa Malaysia yang melakukan studi di Indonesia; memberikan pesan-pesan bermanfaat untuk kami.
Sesi pertanyaan dibuka, beberapa teman kami bergantian mengajukan beberapa pertanyaan seputar pendidikan, permasalahan, kepemimpinan, dan perbedaan Malaysia dengan Indonesia. Ibu yahurin menjawab dengan jelas semua pertanyaan kami hingga tuntas. Rasa penasaran kami tentang Negara yang akan kami tapaki dua bulan lagi itu kurang lebih bisa terbayar. Setelah berfoto bersama staf-staf kedubes, kami melakukan shalat ashar di masjid di area kedubes dan bertolak kembali ke Bogor pada pukul 16.30 sore.
Sabtu, 15 September 2012
Audiensi LKMA 26 Mei 2012
Sehabis shalat isya pada malam minggu kemarin (26/05), tugas khusus
akan dilakukan oleh tiga teman kami Ajeng, Musleh dan Fadhiilah. Mereka
telah bersiap sejak tadi, rapi dengan pakaian batik dan terus
mengingat-ingat beberapa poin yang akan mereka sampaikan. Malam ini,
mereka akan melanjutkan perjuangan teman-teman mereka sebelumnya dalam
mempresentasikan acara besar kami: Latihan Kepemimpinan dan Managemen
Akhir (LKMA) yang akan kami laksanakan akhir tahun ini.
Begitu pula dengan Syifa dan Caca yang menjadi MC malam itu. Mereka membuka acara dengan meriah dan bersemangat. Bapak Karebet Widjajakusuma, seperti biasa menjadi moderator dalam audiensi acara yang bertemakan “Studi Komparasi Kepemimpinan Dan Manajemen Ke Malaysia” ini. Hari ini kami akan kedatangan dua tamu yang luar biasa. Kedua tamu spesial kami ini datang jauh-jauh dari Yogyakarta untuk mendengarkan presentasi acara LKMA langsung dari kami.
Adalah Bapak Dikdik Sodikin dan Bapak Ahmad, dua orang kakak beradik yang hebat yang keduanya menjadi orang yang sukses saat ini. Beliau berdua adalah para pengusaha sukses yang ahli dalam bidang bisnis di indonesia. Mereka berdua memiliki banyak usaha dengan banyak cabang di Indonesia. Selain menjadi pengusaha, Bapak Dik Dik juga adalah seorang dosen dan konsultan yang sudah menginjakkan kaki di banyak negara di dunia karena usahanya. Sedangkan kakak dari Bapak Dikdik yaitu Bapak Ahmad juga adalah seorang coacher bisnis. Audiensi kali ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus FOSIS (Forum Orangtua Siswa Insantama) diantaranya yaitu Ibu Ainal Mardiaty, dan Ibu Putri Arimurti.
Bagian pertama dari presentasi yaitu latar belakang disampaikan Ajeng dalam bahasa Inggris dengan baik. Selanjutnya, Musleh dengan bahasa Indonesia dan sedikit bahasa inggrisnya melanjutkan dengan bahasa Indonesia, menjelaskan tentang deskripsi acara. Dan terakhir, Fadhilah dengan tak kalah luar biasanya menjelaskan bagian sponsorship dan donatur. Yang berbeda, Fadhiilah menjelaskannya dengan lima bahasa sekaligus yaitu bahasa Inggris, Arab, Malaysia, Indonesia, serta Sunda. Di akhir presentasi mereka bertiga, apresiasi ditunjukkan lewat riuh tepuk tangan untuk presentasi yang mereka bawakan dengan sangat luar biasa.
“Luar biasa! Anak siapa sih ini?... Waktu saya sekolah dulu mana ada yang seperti ini?” Bapak Dikdik menyampaikan kesan pertamanya ini dengan bersemangat. Kemudian, mulai dari saran-saran yang membangun untuk acara kami, bantuan, motivasi besar, hingga seluk beluk tentang ilmu bisnis dan kepengusahaan mereka berikan. Semua yang mereka sampaikan kepada kami membuat kami lebih bersemangat dan termotivasi. Mereka berdua juga sedikit bercerita tentang sejarah mereka, dari yang awalnya menjadi yatim sejak kecil hingga berjuang keras dan sukses seperti ini. Bapak Dikdik dan Bapak Ahmad memberikan banyak hal yang sangat berharga untuk kami ambil malam itu.
Excecution Quotient, atau kecerdasan eksekusi adalah hal yang harus kita miliki. Bapak Dikdik menjelaskan bahwa jika kita hanya tau teori tetapi tidak bisa mengeksekusi -atau bahasa lainnya bertindak- maka tujuan kita tidak akan pernah tercapai. Intinya, keinginan kuat, kecerdasan eksekusi dan keistiqomahan akan mengantarkan kita pada mimpi kita, apapun itu. Tentang kegagalan, jangan takut dan jadikan itu sebagai pelajaran. “Rasulullah juga pernah gagal bukan?” ujarnya.
Di akhir acara, kami dikejutkan dengan nazar dari Bapak Dikdik. Beliau bernazar jika bisnis bernilai besar yang sedang ia usahakan berhasil, maka ia akan membayari kami semua tiket pesawat yang bertotal 120 juta. Kami semua diminta bantuan doa untuk beliau agar bisnis beliau berhasil. Ini membuat kami tambah bersemangat tanpa mengurangi usaha kita dalam mencari dana.
Kemudian acara malam itu ditutup dengan pemberian plakat bagi para tamu. malam itu, tidur kami dihiasi dengan doa, pengharapan, dan semangat yang besar atas suksesnya acara kami ini. insya allah! [reported by: salma photos by: vira and hanum]
Begitu pula dengan Syifa dan Caca yang menjadi MC malam itu. Mereka membuka acara dengan meriah dan bersemangat. Bapak Karebet Widjajakusuma, seperti biasa menjadi moderator dalam audiensi acara yang bertemakan “Studi Komparasi Kepemimpinan Dan Manajemen Ke Malaysia” ini. Hari ini kami akan kedatangan dua tamu yang luar biasa. Kedua tamu spesial kami ini datang jauh-jauh dari Yogyakarta untuk mendengarkan presentasi acara LKMA langsung dari kami.
Adalah Bapak Dikdik Sodikin dan Bapak Ahmad, dua orang kakak beradik yang hebat yang keduanya menjadi orang yang sukses saat ini. Beliau berdua adalah para pengusaha sukses yang ahli dalam bidang bisnis di indonesia. Mereka berdua memiliki banyak usaha dengan banyak cabang di Indonesia. Selain menjadi pengusaha, Bapak Dik Dik juga adalah seorang dosen dan konsultan yang sudah menginjakkan kaki di banyak negara di dunia karena usahanya. Sedangkan kakak dari Bapak Dikdik yaitu Bapak Ahmad juga adalah seorang coacher bisnis. Audiensi kali ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus FOSIS (Forum Orangtua Siswa Insantama) diantaranya yaitu Ibu Ainal Mardiaty, dan Ibu Putri Arimurti.
Bagian pertama dari presentasi yaitu latar belakang disampaikan Ajeng dalam bahasa Inggris dengan baik. Selanjutnya, Musleh dengan bahasa Indonesia dan sedikit bahasa inggrisnya melanjutkan dengan bahasa Indonesia, menjelaskan tentang deskripsi acara. Dan terakhir, Fadhilah dengan tak kalah luar biasanya menjelaskan bagian sponsorship dan donatur. Yang berbeda, Fadhiilah menjelaskannya dengan lima bahasa sekaligus yaitu bahasa Inggris, Arab, Malaysia, Indonesia, serta Sunda. Di akhir presentasi mereka bertiga, apresiasi ditunjukkan lewat riuh tepuk tangan untuk presentasi yang mereka bawakan dengan sangat luar biasa.
“Luar biasa! Anak siapa sih ini?... Waktu saya sekolah dulu mana ada yang seperti ini?” Bapak Dikdik menyampaikan kesan pertamanya ini dengan bersemangat. Kemudian, mulai dari saran-saran yang membangun untuk acara kami, bantuan, motivasi besar, hingga seluk beluk tentang ilmu bisnis dan kepengusahaan mereka berikan. Semua yang mereka sampaikan kepada kami membuat kami lebih bersemangat dan termotivasi. Mereka berdua juga sedikit bercerita tentang sejarah mereka, dari yang awalnya menjadi yatim sejak kecil hingga berjuang keras dan sukses seperti ini. Bapak Dikdik dan Bapak Ahmad memberikan banyak hal yang sangat berharga untuk kami ambil malam itu.
Excecution Quotient, atau kecerdasan eksekusi adalah hal yang harus kita miliki. Bapak Dikdik menjelaskan bahwa jika kita hanya tau teori tetapi tidak bisa mengeksekusi -atau bahasa lainnya bertindak- maka tujuan kita tidak akan pernah tercapai. Intinya, keinginan kuat, kecerdasan eksekusi dan keistiqomahan akan mengantarkan kita pada mimpi kita, apapun itu. Tentang kegagalan, jangan takut dan jadikan itu sebagai pelajaran. “Rasulullah juga pernah gagal bukan?” ujarnya.
Di akhir acara, kami dikejutkan dengan nazar dari Bapak Dikdik. Beliau bernazar jika bisnis bernilai besar yang sedang ia usahakan berhasil, maka ia akan membayari kami semua tiket pesawat yang bertotal 120 juta. Kami semua diminta bantuan doa untuk beliau agar bisnis beliau berhasil. Ini membuat kami tambah bersemangat tanpa mengurangi usaha kita dalam mencari dana.
Kemudian acara malam itu ditutup dengan pemberian plakat bagi para tamu. malam itu, tidur kami dihiasi dengan doa, pengharapan, dan semangat yang besar atas suksesnya acara kami ini. insya allah! [reported by: salma photos by: vira and hanum]
Ausiensi LKMA 21 Maret 2012
Tamu kali ini adalah Bpk Syamsul, Bpk Abu Bakar, Ust Agus Fanani, Bpk Dimas, serta Drs. Ashari Harahap. Semua dari mereka kecuali Ust Agus Fanani datang langsung dari Malaysia untuk mendengarkan penjelasan, latar belakang, tujuan, jadwal acara, dan segala seluk beluk tentang LKMA. Maka bedanya, kali ini para presentator membawakan penjelasan mereka tidak dengan bahasa Indonesia, namun dengan bahasa inggris dan arab.
Dipandu oleh Ust M. Karebet Widjajakusuma sebagai moderator, para presentator mencoba menjelaskan sejelas mungkin agar para tamu mengerti serta mendukung penuh acara yang akan kami laksanakan saat kami menduduki kelas 12, November 2012 mendatang yang tinggal sekitar 7 bulan lagi.
Kejutannya, hari ini melalui Bpk Syamsul kami mendapatkan sebuah surat undangan resmi dari sebuah institusi di Malaysia untuk melakukan perjalanan studi komparasi ke Malaysia. Dan itu berarti jalan kami menuju Malaysia semakin terbuka. Hal ini seiring pula dengan makin banyaknya dukungan yang kami terima dari para tamu, bahkan tamu-tamu pada audiensi sebelumnya. Mulai dari semangat yang mereka berikan, hingga bantuan dalam bentuk dukungan, donasi, serta saran-saran membangun untuk kami.
Semangat kami kembali terpacu saat Bpk Syamsul Menjelaskan tentang kekuatan mimpi dan kepercayaan. Beliau mengingatkan kami kembali tentang keberhasilan Sultan Muhammad II atau Muhammad Al-Fatih yang dengan kepercayaannya yang besar atas bisyarah nabi, ia berhasil menaklukkan konstantinopel. Beliau ingin kekuatan kepercayaan kami terhadap kesuksesan acara kami ini dapat benar-benar membawa kami kesana. Tentu saja juga bergantung dengan sebesar apa usaha yang kami lakukan untuk mencapainya.
Setelah pertemuan itu, kini kami telah melakukan proses pembuatan paspor untuk pergi ke Malaysia. Disamping itu, pencarian sponsor dan persiapan-persiapan pun kami lakukan seiring dengan akan dilakukanya audiensi-audiensi selajutnya, tentu saja dengan semangat yang sama bahkan makin besar . [reported by: sf/ photos by: iu]
| Imad |
|
| Syifa |
| Fakhirah |
Langganan:
Postingan (Atom)